
Di Jepang, musim panas identik dengan kisah-kisah menyeramkan—mulai dari "Hyakumonogatari" (Seratus Cerita) hingga "Yotsuya Kaidan" yang terkenal. Tapi mengapa orang Jepang menikmati cerita tentang yokai (makhluk supranatural) dan hantu di musim ini? Apakah hanya untuk merasakan sensasi dingin di tengah teriknya cuaca, atau ada alasan lain di baliknya? Mari kita telusuri sejarah di balik tradisi ini, mengenal beberapa kisah hantu yang terkenal, serta menjelajahi acara terkait. Bersiaplah untuk perjalanan menegangkan ke dunia kaidan (kisah hantu) Jepang!
* Sebagian hasil dari pembelian atau reservasi produk yang diperkenalkan dalam artikel ini dapat disalurkan kembali ke FUN! JAPAN.
Mengapa Orang Jepang Menceritakan Kisah Yokai dan Hantu di Musim Panas?
Apakah Karena Roh Leluhur Kembali di Musim Ini?

Penyebaran cerita hantu dan kisah yokai di musim panas di Jepang berkaitan erat dengan tradisi Obon serta strategi bisnis teater kabuki.
Obon adalah acara keagamaan Buddha yang diadakan setiap musim panas dan diyakini sebagai waktu ketika roh leluhur kembali ke dunia orang hidup. Namun, bukan hanya leluhur yang dipercaya kembali—konon arwah penasaran yang penuh dendam serta jiwa-jiwa tersesat yang tidak memiliki siapa pun untuk mengenang mereka juga dapat muncul. Kepercayaan ini begitu kuat hingga banyak orang mengaku benar-benar melihat hantu dan yokai. Berani percaya? Mungkin Anda juga akan melihat sesuatu...
Kisah Hantu yang Membuat Kabuki Musim Panas Semakin Menarik

Teater kabuki di zaman Edo juga berperan besar dalam menjadikan cerita hantu bagian dari tradisi musim panas. Alasannya? Panas yang menyengat. Di era Edo, gedung pertunjukan tidak memiliki pendingin udara, sehingga jumlah penonton berkurang drastis saat musim panas mencapai puncaknya. Karena itu, aktor-aktor ternama sering mengambil cuti atau pergi ke daerah yang lebih sejuk untuk tampil, meninggalkan teater hanya dengan aktor muda yang kurang berpengalaman. Untuk menarik kembali penonton, kabuki mulai menampilkan pertunjukan dengan efek panggung berskala besar dan trik khusus yang dramatis, menciptakan kisah-kisah hantu yang tetap memukau meskipun tanpa kehadiran bintang terkenal. Dari sinilah lahir drama klasik seperti "Yotsuya Kaidan" dan "Botan Doro" (Lampion Peony).
Dengan perpaduan tradisi Obon dan strategi hiburan kabuki, cerita hantu pun menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya musim panas di Jepang.
👉 Tiket pertunjukan Kabuki yang disponsori oleh Teater Nasional (Tokyo)
👉 Tokyo|Pelajari tentang Kabuki tradisional di Ginza
Apa itu Hyakumonogatari? Mengenal Tradisi Berkumpul untuk Cerita Hantu di Zaman Edo
Apa sebenarnya Hyakumonogatari, kumpulan cerita hantu yang populer di periode Edo?

Hyakumonogatari adalah sebuah acara di mana sekelompok 3 hingga 99 orang berkumpul di sebuah ruangan beralaskan tatami untuk bergiliran menceritakan kisah-kisah hantu sepanjang malam. Aturannya sederhana: 100 lilin dinyalakan di awal, dan setelah setiap cerita selesai, satu lilin dipadamkan. Konon, ketika lilin terakhir padam dan ruangan menjadi gelap gulita, hantu dan makhluk gaib akan muncul, atau kejadian misterius akan terjadi.
Salah satu teori asal-usul Hyakumonogatari berasal dari Otogishu, sekelompok pendongeng yang dipekerjakan oleh para daimyo (tuan feodal) untuk menghibur dan mendidik. Beberapa cerita yang mereka bawakan adalah kisah-kisah hantu.
Teori lain menyebutkan bahwa acara ini digunakan sebagai ujian keberanian bagi anak-anak samurai. Pada periode Edo, koleksi kisah-kisah hantu seperti Shokoku Hyakumonogatari diterbitkan dan menjadi tren besar. Bahkan, seniman ukiyo-e terkenal Katsushika Hokusai menciptakan karya seni berdasarkan Hyakumonogatari dengan nama pena "Iitsu".
🛒 Beli "Ryo no Kosetsu Hyakumonogatari" [Yahoo! Shopping]
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan dalam Hyakumonogatari?

Salah satu pantangan utama dalam Hyakumonogatari adalah menceritakan kisah ke-100. Konon, menyelesaikan cerita terakhir dapat memanggil yokai, hantu, dan arwah gentayangan, yang menyebabkan kejadian supranatural sungguhan. Namun, tidak semua kejadian aneh setelah lilin terakhir dipadamkan bersifat menakutkan. Ada juga kisah di mana peserta terakhir justru mengalami keberuntungan besar dalam hidupnya. Mengapa orang-orang di zaman Edo mengadakan acara cerita hantu seperti ini? Salah satu alasan utamanya adalah rasa ingin tahu terhadap hal-hal gaib. Banyak orang mengikuti Hyakumonogatari untuk memuaskan ketertarikan mereka terhadap dunia misteri dan ketakutan. Hingga kini, tradisi ini tetap memikat banyak orang dan sering muncul dalam novel, manga, serta film.
Apa Saja Kisah Hantu Paling Terkenal di Jepang? Mengenal Tiga Kisah Hantu Legendaris

Jepang memiliki banyak kisah hantu, tetapi tiga yang paling terkenal dikenal sebagai "Tiga Kisah Hantu Besar Jepang". Mari kita lihat lebih dekat legenda-legenda ini.
Tiga Kisah Hantu Besar Jepang
Yotsuya Kaidan
Salah satu kisah hantu paling terkenal di Jepang, "Yotsuya Kaidan", berlatar di zaman Genroku (1688–1704) pada periode Edo. Kisah ini menceritakan seorang samurai bernama Tamiya Iemon dan istrinya, Oiwa. Iemon menikahi Oiwa, yang wajahnya cacat akibat cacar, semata-mata demi mendapatkan status dengan bergabung ke dalam keluarganya dan melarikan diri dari status ronin (samurai tanpa tuan). Awalnya, ia bertahan dalam pernikahan tersebut, tetapi lama-kelamaan, kebenciannya terhadap penampilan Oiwa semakin dalam. Suatu hari, Iemon mendapat kesempatan untuk menikahi selir atasannya. Demi mencapai tujuannya, ia bersekongkol dengan atasannya untuk menipu Oiwa dan menyingkirkannya. Setelah itu, ia menikahi wanita yang selama ini diam-diam diinginkannya.
Namun, ketika Oiwa akhirnya mengetahui kebenarannya, ia dipenuhi amarah dan keputusasaan hingga akhirnya meninggal secara tragis. Arwahnya yang penuh dendam kemudian menghantui Iemon dan orang-orang yang telah mengkhianatinya, membawa mereka ke dalam kehancuran.
Daya tarik utama dari kisah ini adalah berbagai peristiwa supranatural yang mengerikan akibat dendam dan kesedihan Oiwa. Sejak zaman Edo, "Yotsuya Kaidan" telah menjadi kisah horor yang sangat populer dan terus memengaruhi film serta media modern.
🛒 Baca "Yotsuya Kaidan & Ugetsu Monogatari" [Yahoo! Shopping]
Banchō Sarayashiki – Tragedi Okiku
"Banchō Sarayashiki" adalah kisah hantu tragis yang telah diwariskan sejak zaman Edo. Cerita ini berpusat pada seorang pelayan cantik bernama Okiku, yang bekerja di rumah seorang samurai bernama Aoyama Shūzen. Suatu hari, Okiku secara tidak sengaja memecahkan sebuah piring berharga milik Shūzen. Marah besar, Shūzen dengan kejam menegurnya, memotong jari tengah tangan kanannya dengan pedang, dan mengurungnya dengan niat untuk mengeksekusinya. Dalam keputusasaan, Okiku akhirnya melarikan diri dari kurungannya dan menjatuhkan dirinya ke dalam sumur, mengakhiri hidupnya.
Sejak saat itu, berbagai kejadian aneh mulai terjadi di rumah tersebut. Di dekat sumur, suara Okiku terdengar menghitung piring: "Satu… dua… tiga… sembilan…" Namun, ketika ia sampai pada hitungan kesembilan, suaranya berubah menjadi jeritan pilu. Beberapa orang bahkan mengaku melihat seorang wanita berambut panjang melayang di atas sumur. Meskipun Shūzen mengadakan upacara peringatan untuk menenangkan arwah Okiku, gangguan supranatural tak kunjung berhenti. Pada akhirnya, ia dihukum oleh keshogunan, dan keluarganya pun jatuh dalam kehancuran. Setelah rumah itu dihancurkan, seorang biksu diperintahkan untuk melakukan ritual terakhir guna melepaskan arwah Okiku, dan akhirnya, ia dapat beristirahat dengan damai.
Kisah ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Jepang dengan berbagai variasi sebagai "Legenda Sarayashiki". Cerita ini juga telah diadaptasi ke dalam pertunjukan kabuki, film, dan berbagai karya lainnya.
🛒 Baca kisah rakyat Jepang edisi definitif "Banchō Sarayashiki" [Yahoo! Shopping]
Botan Dōrō – Lentera Peony
"Botan Dōrō" adalah kisah hantu yang berawal dari kisah cinta tragis antara Otsuyu, putri seorang samurai bernama Iijima Heizaemon, dan seorang prajurit muda bernama Hagiwara Shinzaburō. Cinta mereka berakhir tragis akibat ulah seorang dokter yang dengan sengaja memisahkan mereka. Dokter tersebut takut akan reputasi Heizaemon, yang dikabarkan tak segan membunuh siapa pun yang membuatnya marah. Tidak mengetahui konspirasi ini, Otsuyu menunggu kedatangan Shinzaburō dengan sia-sia. Patah hati, ia akhirnya meninggal dalam kesedihan, diikuti oleh pelayannya yang setia.
Namun, pada saat festival Obon di tahun berikutnya, Shinzaburō bertemu kembali dengan Otsuyu dan pelayannya. Bahagia melihat wanita yang dicintainya masih hidup, ia menyambut Otsuyu ke rumahnya setiap malam, sementara Otsuyu membawa lentera berhias bunga peony (botan dōrō). Tetapi kenyataan yang mengerikan segera terungkap—Otsuyu dan pelayannya sebenarnya adalah arwah gentayangan. Terpesona oleh kehadiran Otsuyu, Shinzaburō tidak dapat melepaskan diri dari cengkeraman gaibnya. Tak peduli seberapa keras ia mencoba melarikan diri, ia selalu kembali kepadanya, hingga akhirnya ia mati dalam ketakutan.
"Botan Dōrō" adalah kisah yang wajib diketahui oleh para pecinta cerita hantu, menggambarkan cinta dan obsesi yang melampaui kematian.
🛒 Baca novel "Botan Dōrō" [Yahoo! Shopping]
Cerita Hantu sekolah
"Cerita Hantu Sekolah" adalah istilah umum untuk legenda supernatural yang berkaitan dengan sekolah. Beberapa kisah yang paling terkenal termasuk "Hanako-san di Toilet" dan "Kuchisake-onna" (Wanita Bermulut Sobek). "Hanako-san di Toilet" adalah hantu seorang gadis kecil yang konon muncul di toilet sekolah. Ada berbagai versi legenda ini, tetapi salah satu yang paling umum adalah bahwa jika namanya dipanggil tiga kali, ia akan muncul.
Sementara itu, "Kuchisake-onna" adalah sosok menakutkan yang mengenakan masker dan bertanya kepada orang yang ditemuinya, "Apakah aku cantik?" Jawaban yang diberikan dapat menentukan nasib buruk bagi korbannya, karena ia memiliki kecepatan supernatural untuk mengejar mangsanya. Ketika cerita ini pertama kali populer, kepanikan menyebar luas, bahkan beberapa sekolah mengeluarkan peringatan kepada para murid agar berhati-hati.
Cerita hantu sekolah ini sering kali menjadi bagian dari legenda "Tujuh Keajaiban Sekolah", dengan berbagai versi yang berkembang di tiap daerah. Sejak boom okultisme pada tahun 1990-an, cerita-cerita ini semakin sering diadaptasi ke dalam film, manga, dan video game, memastikan popularitasnya bertahan hingga kini.
Pengalaman Mencekam! Spesial Acara Kisah Hantu untuk Musim Panas

Kikai Yakou
"Kikai Yakou" adalah acara seni yang memadukan kerajinan tradisional "Lentera Yame," yang ditunjuk oleh Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, dengan properti budaya nasional "Yanagawa Hanshu Tachibana-tei Oihana." Di dalam ruang bergaya Jepang, yang dipamerkan adalah "lentera yokai" yang dibuat oleh para pengrajin Lentera Yame. Pada tahun 2024, tema acara ini adalah "Kowakawa," berkolaborasi dengan tujuh seniman populer. Selain pameran karya seni, acara ini juga menggelar sesi cerita hantu yang dibawakan oleh pendongeng kaidan. Ruang yang penuh dengan lentera yokai ini menciptakan suasana magis, seolah-olah pengunjung tersesat di dunia lain.
Kikai Yakou
- Lokasi: Yanagawa Hanshu Tachibana-tei Oihana
- Periode: Tahun lalu, acara ini berlangsung dari Jumat, 9 Agustus hingga Senin (hari libur), 12 Agustus)
Tachikawa Yokai Bon Odori
"Tachikawa Yokai Bon Odori" adalah salah satu acara Bon Odori bertema yokai terbesar di kawasan Tama. Acara ini diadakan setiap tahun di dekat Stasiun Tachikawa pada awal hingga pertengahan Oktober. Kode berpakaian untuk acara ini adalah "kostum yokai" atau "yukata." Selain menari Bon Odori dengan iringan live band, pengunjung juga dapat menikmati konser musik oleh artis-artis populer di "Panggung Yagura." Pada tahun 2024, acara ini juga menghadirkan berbagai atraksi seperti diskotek yokai, parade hyakkiyakou (seratus iblis), dan pernikahan rubah. Tiket masuk pada dasarnya gratis, tetapi beberapa area memerlukan biaya masuk.
Tachikawa Yokai Bon Odori
- Lokasi: GREEN SPRINGS, Lantai 2, Chuo Square
- Periode: Tahun lalu, diadakan dari Sabtu, 12 Oktober hingga Senin (hari libur), 14 Oktober)
- Situs resmi: https://www.yokaibonodori.tokyo/
Kaikai Yokai Festival
"Kaikai Yokai Festival" adalah acara bertema yokai yang diselenggarakan di Toei Uzumasa Eiga-mura, Kyoto. Dengan latar belakang kota bergaya zaman Edo, acara ini menampilkan sekitar 100 yokai dalam "Uzumasa Hyakkiyakou." Selain itu, terdapat pameran seni yokai yang menggabungkan budaya yokai tradisional dengan unsur budaya pop modern. Pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam berbagai atraksi interaktif, seperti "Kaikai Yokai" di mana mereka bisa menari bersama yokai, serta "Yokai Henka Yūkō" yang menampilkan benda antik yang berubah menjadi yokai. Makanan, minuman, dan suvenir bertema yokai turut melengkapi pengalaman magis ini, menjadikannya acara yang menyenangkan bagi para penggemar dunia mistis.
Kaikai Yokai Festival
- Lokasi: Toei Uzumasa Eiga-mura
- Periode: Tahun lalu, diadakan dari Sabtu, 14 September 2024 hingga Minggu, 8 Desember 2024
- Situs resmi: https://www.toei-eigamura.com/yokai/
👉 Tiket TOEI Kyoto Studio Park
Referensi
・Mengapa orang di Jepang menceritakan kisah hantu di musim panas? – Kokugakuin University https://www.kokugakuin.ac.jp/article/11192
・Musim panas di Jepang adalah "musim horor" bukan karena cuacanya menjadi lebih sejuk... Hubungan mendalam dengan Kabuki https://news.tv-asahi.co.jp/news_society/articles/900006641.html?page2
・Jalan Sastra Kisah Hantu Edo-Tokyo - Masao Azuma - Google Books https://books.google.co.jp/books?id=cuDaTOFSrA8C&pg=PA29#v=onepage&q&f=false
・Vol.15 "100 Cerita yang Akan Membunuh Tubuh dan Pikiran Anda" https://takikawa.mypl.net/article/library_takikawa/54388#:~:text=%E6%97%A5%E6%9C%AC%E3%81%A7%E6%9C%80%E3%82%82%E6%9C%89%E5%90%8D%E3%81%AA,%E3%81%AA%E3%82%8B%E4%BC%9D%E7%B5%B1%E7%9A%84%E3%81%AA%E3%82%84%E3%82%8A%E6%96%B9
・Apa itu Otogishu? Penjelasan mudah dipahami tentang makna, cara baca, dan penggunaannya – Kamus Jepang goo https://dictionary.goo.ne.jp/word/%E5%BE%A1%E4%BC%BD%E8%A1%86/
・Sejarah Rakugo: Menikmati Tawa dan Cerita | Seni Pertunjukan Populer dan Vaudeville | Perpustakaan Digital Bunka https://www2.ntj.jac.go.jp/dglib/contents/learn/edc20/rekishi/rakugo/index1.html
・Uji keberanian Anda: Dunia 100 cerita | Bank Gambar NDL | Perpustakaan Diet Nasional https://ndlsearch.ndl.go.jp/imagebank/column/kimodameshi
・Kotaro Tanaka - Yotsuya Kaidan https://www.aozora.gr.jp/cards/000154/files/4485_11833.html
・Apa itu Genroku? Makna dan Penggunaannya – Koto Bank https://kotobank.jp/word/%E5%85%83%E7%A6%84-493340
・ Koutaro Tanaka - Dish House https://www.aozora.gr.jp/cards/000154/files/4484_11820.html
・Lafcadio Hearn (Penulis), Masayuki Ikeda (Editor, Penerjemah) "Japan Ghost Stories II" (Kadokawa Sophia Bunko, 2019, 384 halaman)
Comments